Prabowo: Kita Butuh Uang untuk Pelayanan Kesehatan, Gaji Guru, hingga Sekolah

"Kita butuh uang untuk membayar semua pegawai negeri kita dengan baik, kita butuh uang untuk membangun prasarana yang penting untuk kehidupan yang modern," kata dia.
Oleh karena itu, Prabowo memandang proyek LNG Abadi Masela ini sangat penting.
Kepala Negara optimistis proyek ini bisa membantu bangsa Indonesia melaksanakan pembangunan.
"Saya sangat menghargai dimulainya proyek ini. Tadi sudah disinggung proyek ini investasinya sangat besar, 20,9 miliar dollar, hampir 21 miliar dollar, akan menghasilkan lebih dari 9 juta ton gas, kondensat dan sebagainya, sehingga ini akan sangat membantu bangsa Indonesia melaksanakan pembangunan," ujar dia.
Selain itu, ia juga menekankan hilirisasi energi sangat dibutuhkan.
Dia kemudian menghargai tekad dan komitmen Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bersama semua unsur dalam mewujudkan pembangunan, transformasi, industrialisasi demi kemakmuran bagi rakyat Indonesia.
"Kita harus melakukan hilirisasi dan hilirisasi ini membutuhkan energi. Energi kita sangat banyak, hanya ada 2-3 tahun masa transisi dan kebutuhan di tengah dunia yang penuh bahaya sekarang Indonesia cukup punya ketahanan, kita sudah antisipasi, kita punya langkah-langkah yang untuk bisa membawa Indonesia dalam keadaan yang baik," tutur dia.
Sebelumnya: Berapa Jam Tidur yang Dibutuhkan di Usia 60-an agar Otak Tetap Tajam?
Selanjutnya: Kesaksian Penyintas KM Nurul Salsa Jadi Petunjuk Baru, Basarnas Fokus Cari Korban di Laut Flores
Artikel Terkait
- Pencurian Modul BTS Bikin Sinyal Hilang dan Puluhan Miliar Melayang
- Tarik Turis Asing, Wisata Wellness Jadi Prioritas Pariwisata Indonesia
- Mendes Pastikan KDMP dan BUMDes Tak Bersaing, Kolaborasi Perkuat Ekonomi Desa
- Pencarian Presenter TVRI Papua Barat yang Hilang Terkendala Kabut dan Jalan Rusak
- Dapur Serba Putih Mulai Membosankan? Ini Tren yang Lebih Dramatis
- Tak Terima Ditegur Usai Terobos Palang, 3 Pria Keroyok Penjaga Perlintasan KA
- Prabowo Ingin Perbaikan MBG Dikaji Matang dan Tak Terburu-buru
- Candra Naya di Glodok, Rumah Keluarga Tionghoa Kaya Zaman Batavia
