Pramono Persilakan ASN DKI Nonton Final Piala Dunia 2026, Asal Kinerja Tak Berkurang

“Kalau ada ASN Jakarta yang nonton ya monggo-monggo saja. Yang penting kerjanya jangan kemudian berkurang walaupun ini pertandingannya dini hari ya. Termasuk nanti ada di JIS yang rencana nonton bareng. Menurut saya monggo-monggo saja,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, dikutip dari Antara, Jumat (17/7/2026).
Menurut Pramono, pertandingan final antara Argentina dan Spanyol menjadi momen yang menarik, terlebih laga tersebut mempertemukan dua bintang sepak bola dunia, yakni Lamine Yamal dari Spanyol dan Lionel Messi dari Argentina.
Ia pun memaklumi apabila sejumlah ASN ingin menyaksikan pertandingan tersebut.
“Ini juga ada sejarah bahwa di Spanyol itu ada Yamal yang dulu pernah dimandiin Messi. Jadi cerita tentang final bola kali ini sangat epik sekali, sehingga kalau ada ASN yang nonton ya monggo,” ungkapnya.
Sementara itu, Pramono pun mengaku menjagokan Argentina untuk menjadi pemenang dalam pertandingan tersebut.
“Kenapa? Yang pertama semua orang melihat pertandingan kemarin terakhir ketika Argentina melawan Inggris, tujuh menit terakhir itu menurut saya luar biasa. Kalau dulu ada tangan Tuhan, sekarang ada kaki Messi yang dua kali assist yang terjadi gol menurut saya luar biasa,” papar Pramono.
Sebelumnya: Pemkab Flores Timur Siapkan 3 Ton Beras untuk Korban Bentrok 2 Desa di Adonara
Selanjutnya: Gibran Tinjau Rehabilitasi MIN 1 Rokan Hilir, Dorong Pemenuhan Sarana Prasarana Pendidikan
Artikel Terkait
- 2 WNI Disandera di Myanmar, Komisi I DPR Minta Optimalkan Jalur Diplomasi
- ESQ Siapkan 100 Ribu Kuota Talent DNA untuk Siswa Sekolah Rakyat
- Houthi Umumkan Blokade Laut untuk Arab Saudi: Mata Dibayar Mata
- Nobar Pildun di Menteng Tenggulun, Mendagri Tekankan Semangat Kebersamaan
- Shin Tae-yong Buka Suara Terkait Kondisi Pemain Anyar Persija Jakarta
- Baleg DPR Tegaskan RUU Perampasan Aset Masih Masuk Prolegnas Prioritas 2026
- Piala Dunia 2026: Gedung Putih Bela Argentina Soal Spanduk Las Malvinas
- Kakek Tercebur Sumur di Ciseeng Bogor, Keluarga Panik-Lapor Damkar
