Polisi Selidiki Ledakan di Grand Polonia Medan, Diduga Akibat Pipa Gas Bocor

Polisi menyelidiki soal ledakan yang terjadi di salah satu perumahan elite Grand Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Sumatera Utara . Dugaan sementara, ledakan itu dipicu kebocoran pipa gas.
"Hasil investigasi awal adanya kebocoran dari pipa gas tanam atau pipa gas bawah tanam," kata Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak dilansir detikSumut, Senin .
Calvijn mengatakan peristiwa itu terjadi sekira pukul 15.30 WIB. Kini pihak kepolisian masih menyelidiki lebih lanjut terkait kejadian itu.
"15.30 WIB sore tadi terjadi ledakan di Grand Polonia. Kini investigasi masih berlangsung," sebutnya.
Seorang tukang bangunan di lokasi kejadian, Ali, mengatakan sedang bekerja di salah satu rumah yang berada di samping rumah yang paling hancur. Tiba-tiba Ali mendengar suara ledakan yang sangat keras.
"Saya lagi pasang keramik. Tiba-tiba dengan suara, suaranya dahsyat, getarannya kencang lah," kata Ali.
Dia mengaku tidak mengetahui penyebab ledakan itu. Pada saat itu juga tidak ada kobaran api, hanya bangunan yang runtuh akibat ledakan.
"Asbes pada hancur semua. Nggak ada. Yang gosong nggak ada atau api, pas runtuh langsung ambruk. Hampir ada 70 persenlah ," ujarnya.
Dari informasi yang diterimanya, ada korban meninggal dunia dalam peristiwa itu, yakni penghuni rumah. Namun, Ali belum dapat memastikannya.
Baca selengkapnya di sini.
Lihat Video 'Ledakan Terjadi di Perumahan Elite Medan, Rumah Hancur':
[Gambas:Video 20detik]
Sebelumnya: 786 Personel Dikerahkan, Polda Sumut Amankan Distribusi BBM di 325 SPBU
Selanjutnya: Timnas Putri Indonesia Melaju ke Final Piala AFF Putri 2026 Usai Taklukkan Singapura 2-0
Artikel Terkait
- Mengenal Pelat Nomor Warna Hijau yang Hanya Berlaku di Wilayah Tertentu
- INFOGRAFIK: Hoaks Ibu Rumah Tangga Dapat Bantuan DAP Australia Sebesar Rp 1 Miliar
- Piala Dunia 2026 Tak Mampu Dongkrak Ekonomi Meksiko, Pertumbuhan Tetap Lesu
- 2 Korban Konflik Antardesa di Flores Timur Dirujuk ke Larantuka dan Lewoleba
- Berkaca Dari Kecelakaan Maut di Pantura Indramayu, Mobil Pikap Dilarang untuk Angkut Penumpang
- Populasi Ayam Tembus 8 Juta Ekor, Pemprov Jateng Pasarkan Produk Ternak ke Kalteng
- Cak Imin Usul Ketum PBNU yang Fresh, Gus Ipul: Bisa Jadi Masukan untuk Muktamar
- Bayi Bernama MBG Tak Bisa Masuk KK, Cek Aturan Pemerintah Soal Nama
