Lawan Narkoba lewat Kearifan Lokal, Sekda Tulang Bawang Ferli Yuledi Raih Gelar Doktor di Unila

Secara akademik, disertasi tersebut berkontribusi pada pengembangan teori implementasi kebijakan melalui penyusunan tipologi yang mempertimbangkan karakteristik sosial, budaya, dan kelembagaan daerah.
Adapun secara praktis, model yang dihasilkan dapat menjadi rujukan bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah, Badan Narkotika Nasional (BNN), serta para pemangku kepentingan lain dalam merancang kebijakan P4GN yang lebih efektif, adaptif, dan berkelanjutan.
Disertasi itu menjadi salah satu kajian doktoral yang secara khusus membahas implementasi kebijakan P4GN berbasis kearifan lokal di Provinsi Lampung.
Penelitian tersebut diharapkan dapat memperkaya khazanah ilmu kebijakan publik sekaligus menjadi rujukan dalam penyusunan strategi penanggulangan narkotika di Indonesia.
Sidang promosi doktor Ferli Yuledi dipimpin oleh Rektor Universitas Lampung, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., I.P.M., selaku Ketua Tim Penguji.
Adapun penguji eksternal adalah Dr. Drs. Agus Fatoni, M.Si., GRCE, yang menjabat Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah, Kementerian Dalam Negeri.
Tim penguji lainnya terdiri atas Dr. Arif Sugiono, S.Sos., M.Si.; Prof. Intan Fitri Meutia, S.A.N., M.A., Ph.D.; Dr. Suripto, S.Sos., M.AB.; Dr. Robi Cahyadi Kurniawan, S.I.P., M.A.; dan Dr. Dra. Dian Kagungan, M.H. Disertasi ini dibimbing oleh Prof. Dr. Anna Gustina Zainal, S.Sos., M.Si. selaku promotor, serta Prof. Dr. Noverman Duadji, M.Si. selaku ko-promotor.
Sidang promosi doktor tersebut turut dihadiri Bupati Tulang Bawang beserta jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulang Bawang, sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM) aparatur pemerintah.
Sebelumnya: Harga Minyak Dunia Stabil Meski AS dan Iran Saling Serang
Selanjutnya: Cegah Korupsi dan Sengketa Hukum, Bupati Bulungan Bekali 74 Kepala Desa lewat Retreat Kepemimpinan
Artikel Terkait
- DPRD DKI Kawal Penerbitan Sertifikat Tanah PTSL yang Bertahun-tahun Tertunda
- Ini Risiko Terburuk jika Komstir Motor Oblak Tak Segera Diperbaiki
- Pimpinan KPK Sebut Kasus Febrie Tak Bisa Diambil Alih dengan Sembarangan
- Buntut Inggris Kalah, Trump Ikut-ikutan Semprot Tuchel
- Kunjungi Sekolah Rakyat DKI, Gus Ipul Minta Siswa Tak Berkecil Hati
- Kaltim Tagih Dana Bagi Hasil Rp 2,4 Triliun ke Pusat, DPRD: Hak Daerah Harus Dipenuhi
- Komparasi Motor Listrik Rp 25 Jutaan: VinFast Viper Vs Emotor Sprinto
- Prediksi Spanyol Vs Argentina di Final Piala Dunia 2026 Versi Superkomputer
