Mendagri Usul Donatur Tiap Calon Kepala Daerah Dibuka ke Publik, Seperti di AS

"Seperti di Amerika kan terbuka, di kita mungkin dibatasi berapa biaya yang boleh didonasikan untuk calon kepala daerah yang mereka dukung. Ini mungkin aturan-aturan itu perlu diatur," imbuh dia.
Sebelumnya diberitakan, Tito mengatakan, gaji kepala daerah hanya sekitar Rp 6 juta saja.
Tito menilai, pendapatan mereka tidak sebanding dengan pengeluaran untuk biaya kampanye dan tim sukses (sukses) selama pilkada.
"Gajinya pun berapa? Gajinya kepala daerah itu Rp 6 juta lebih ya. Kemudian ditambah dengan tunjangan-tunjangan yang mungkin jauhlah dari yang sudah dikeluarkan itu. Nah, di antaranya lagi ada usulan kepala daerah mereka bisa mendapatkan persentase dari PAD," ujar Tito.
Menurut Tito, biaya yang dikeluarkan kepala daerah untuk menang pilkada tidaklah murah.
Berhubung gaji sebagai kepala daerah tidak bisa menutup modal kampanye, maka mereka pun mencari peluang lain ketika sudah menjabat.
Masalahnya, mereka kerap melakukan cara-cara yang tidak benar dalam mencari uang tersebut, sehingga berujung pada penangkapan oleh KPK.
"Kita tahu juga bahwa saya udah pernah nyampaikan mungkin bahwa biaya rekrutmen mereka itu tidak murah. Semua sudah jadi pembicaraan umum, pengetahuan umum bahwa untuk menjadi kepala daerah itu kan tidak gratis. Mereka harus nyiapkan yang resmi saja nyiapkan tim sukses, menyiapkan tuh kampanye. Biayanya tinggi," ujar dia.
"Ini salah satu akar masalah. Dia mengeluarkan biaya sementara take home pay-nya mereka, pendapatan mereka itu mungkin nggak bisa nutupin, akhirnya cari peluang," sambung Tito.
Sebelumnya: Balap Liar Kuasai Jalan di Rawamangun Jaktim, Polisi Tingkatkan Patroli
Selanjutnya: BAIC T1 Diklaim Sudah Kantongi 50 Pesanan
Artikel Terkait
- Pria di Koja Jakut Dibacok Begal hingga Luka Parah, Polisi Selidiki
- Polisi Dalami Dugaan Bullying Siswa Bawa Bom Rakitan di MAN 3 Padang
- Polres Kuansing Ungkap Kasus Pengolahan Emas Ilegal, 1 Tersangka Dijerat
- Polisi Tangkap Lagi 4 Pemerkosa Gadis Sampang, 2 Orang Masih di Bawah Umur
- Prabowo Diminta Teken Perpres Rencana Aksi Nasional HAM, Istana Akan Cek dan Jadi Catatan
- Penyebab Kebakaran Rumah dan Lapak Kayu di Bekasi Masih Diselidiki
- Pria Asal Madiun Diduga Kabur Saat Ikut Tur di Korsel, Begini Kronologinya
- Santri Korban Kebakaran Ponpes di Lombok Tengah Mengaku Siap Sekolah Lagi
