Air PAM di Jakbar Berpotensi Mati 5 Hari Mulai 17 Juli, 55.272 Pelanggan Terdampak

Syahrul menjelaskan, alasan aliran air mati karena adanya pekerjaan perawatan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Hutan Kota yang dikelola PT Jakarta Utilitas Propertindo (JUP).
Selama pekerjaan berlangsung, pasokan air dari IPA Hutan Kota menuju jaringan distribusi PAM Jaya akan disesuaikan.
Kondisi ini dapat menyebabkan tekanan air menurun hingga aliran air berhenti sementara di sejumlah wilayah.
“Kondisi ini berpotensi menyebabkan berkurangnya tekanan air hingga penghentian sementara aliran air bagi sekitar 55.272 pelanggan,” kata dia.
Tujuh kelurahan yang terdampak yakni Cengkareng Barat, Cengkareng Timur, Kapuk Muara, Kamal Muara, Kamal, Pegadungan, dan Tegal Alur.
PAM JAYA mengimbau pelanggan di wilayah terdampak untuk menampung air.
Warga juga diimbau menghemat penggunaan air selama masa perawatan berlangsung.
Syahrul memastikan air diperkirakan akan kembali normal secara bertahap mulai Kamis (23/7/2026).
Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas kendala yang dialami.
“Dengan adanya pekerjaan ini, diharapkan keandalan layanan air minum kepada masyarakat dapat terus terjaga dengan lebih baik di masa mendatang,” kata Syahrul.
Sebelumnya: Saat Nyawa Ojol Jadi Taruhan, Terpaksa Terima Pesanan Antar Kulkas hingga Kasur
Selanjutnya: I.League Umumkan League Cup Bergulir 3 November 2026
Artikel Terkait
- Penertiban Kawasan Pasar Gede Solo, Parkir Liar dan Becak Tak Bertuan Diamankan
- 3 Duel Kunci Penentu Kemenangan Spanyol Vs Argentina di Final Piala Dunia 2026
- Menteri PPPA dan Kepala BPS Apresiasi Pemberdayaan PNM untuk Usaha Ekonomi Sirkular
- Bandara Gewayantana Ditutup akibat Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki
- Trump Sebut Bakal Beri Tarif ke Kanada Gara-gara Asap Kebakaran Hutan
- Respons Thomas Tuchel soal Kritik Kepadanya Usai Inggris Kalah dari Argentina
- BGN Ungkap Evaluasi MBG Fokus ke Penerima Manfaat hingga Insentif SPPG
- Prabowo Cek Mesin Pemusnah Sampah Sebelum Panen Raya Program TNI
