Polisi Uji Kandungan Air dan Gas di Gorong-gorong Cipayung Jaktim Usai Tiga Pekerja Tewas

Polres Metro Jakarta Timur melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di gorong-gorong kawasan Cipayung, Jakarta Timur, setelah tiga pekerja proyek pipa air ditemukan tewas.
Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Timur AKP I Made Budi menjelaskan, dalam olah TKP tersebut, tim Reserse Kriminal bersama Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri mengambil sejumlah sampel dari dalam gorong-gorong.
"Adapun pengecekan yang dilakukan adalah kita cek kualitas dari air, udara, dan gas atau pun oksigen yang ada di gorong-gorong tersebut," kata Made saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (16/7/2026).
Sampel yang diambil selanjutnya akan diuji oleh tim Puslabfor Polri untuk mengetahui kandungan yang terdapat di dalam gorong-gorong tersebut.
Lebih lanjut, Made mengatakan, hasil uji laboratorium itu akan digunakan untuk mengungkap penyebab kematian ketiga pekerja di dalam gorong-gorong.
"Dan hasil ini, hari ini masih kami lakukan penyelidikan atas pengecekan tersebut. Dan mungkin nanti setelah hasil dari pengecekan tersebut keluar, akan kami sampaikan kepada teman-teman media," tutur Made.
Terkait dugaan adanya kelalaian dalam pekerjaan di gorong-gorong tersebut, Made mengatakan, penyelidikan masih terus berlangsung.
"Polres Jakarta Timur terus melakukan penyelidikan dan penyidikan terkait kasus tersebut. Delapan orang saksi telah diperiksa dan apabila memang ada kelalaian dari para pekerja atau pun dari penanggung jawab dari pekerja tersebut, tentu akan kami tindak lanjuti," ujarnya.
Sebelumnya, tiga orang pekerja pipa air ditemukan tewas di dalam gorong-gorong di Jalan Raya Mabes Hankam, Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (9/7/2026).
Kapolsek Cipayung Kompol Saut Parulian Tobing mengatakan, ketiga korban ditemukan oleh warga sekitar yang kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada polisi.
"Jadi ketika itu ada laporan dari masyarakat, sekitar jam 10.30, ditemukan tiga mayat di Jalan Raya Mabes Hankam depan shelter Transjakarta Pintu 3 Taman Mini," ucap Saut saat ditemui di lokasi, Kamis.
Saut menjelaskan, saat polisi tiba di lokasi, petugas Gulkarmat sudah melakukan proses evakuasi terhadap para korban.
Dari tiga korban tersebut, satu di antaranya merupakan warga negara asing (WNA) asal China.
"Jadi pas kami datang, mayat pertama diangkat, ternyata itu ada orang asing warga negara China, Kemudian, mayat kedua kira-kira selang setengah jam diangkat, WNI. Setengah jam kemudian lagi diangkat, WNI," ucap Saut.
Menurut Saut, gorong-gorong tempat ketiga korban ditemukan memiliki kedalaman sekitar 3 meter dan merupakan saluran pipa air bersih.
"Yang kami lihat itu ketika diangkat. Ketika diangkat ya, dengan menggunakan kaus, celana panjang, itu aja. Bahan yang lain atau alat perlengkapan safety mereka, saya enggak lihat," ujarnya.
Sebelumnya: Bandara Husein Sastranegara Kini Layani Rute Langsung ke 8 Kota Indonesia
Selanjutnya: Sebelum Tabrak Truk di Tol Malang-Pandaan, Pengemudi CR-V Sempat Diklakson Rombongan
Artikel Terkait
- Beratnya Duit dan Emas 74 Kg Bukti Kasus Febrie Sampai Harus Diangkat 3 Orang
- 20 Negara dengan Kekayaan Rata-rata Penduduk Tertinggi, Ada Tetangga Indonesia
- Terlibatnya FBI dan Secret Service dalam Kasus Febrie Adriansyah, Ternyata Ini Perannya
- Investasi Semester I 2026 Tembus Rp 1.010 Triliun, Serap 1,45 Juta Tenaga Kerja
- 6 Maskapai Ajukan Rute Baru dari Bandara Husein Sastranegara Bandung
- Setahun Diuji, Ini Alasan Baterai Solid-State Belum Dipakai ke Mobil
- Toyota Usul Standardisasi Komponen buat Lawan Mobil China
- Gabung Fortuna Sittard, Ole Romeny Ungkap Peran Justin Hubner
