Dedi Mulyadi Pilih Benahi Masalah Jabar daripada Ganti Nama Jadi Tatar Sunda

"Karena itu, yang menjadi substansi tuntutan masyarakat ya. Jadi, kami fokus menyelesaikan berbagai problem infrastruktur, kami ingin jalan terkoneksi sampai desa, sudah terlihat infrastruktur jalan mulai baik hari ini, khususnya di wilayah provinsi ya," ucap Dedi.
Ia menjelaskan, perbaikan infrastruktur terus dikebut agar jalan-jalan di Jawa Barat bisa terhubung hingga ke desa.
Menurut Dedi, hasil pembangunan tersebut sudah mulai terlihat, terutama untuk jalan yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi.
Masalah Stunting dan Pendidikan
Selain infrastruktur, Dedi juga menjadikan penanganan stunting sebagai salah satu program utama.
Mantan Bupati Purwakarta itu ingin pencegahan dilakukan sejak seorang ibu menjalani masa kehamilan, bukan setelah anak lahir.
"Kami juga berfokus menyelesaikan stunting. Saya sudah punya konsep, tadi sudah tanya Kadinskes untuk membuat sebuah perencanaan kerja potensi ibu stunting itu ditangani sejak kehamilan. Maka, orang yang mengalami kehamilan dan berpotensi kekurangan gizi ketika sedang hamil, itu yang segera akan kami tangani," tutur Dedi.
Dedi menyebut, nantinya bidan akan memeriksa ibu hamil yang berisiko kekurangan gizi.
Jika ditemukan, bidan bisa langsung memberikan rekomendasi kebutuhan gizi selama sembilan bulan kehamilan.
"Resepnya kebutuhan selama sembilan bulan. Nanti kebutuhan vitaminnya apa, nutrisinya apa, makanannya apa, susunya apa, ini akan menjadi fokus kami. Nah ini yang fokus kami ke depan," tegasnya.
Di bidang pendidikan, Dedi menilai pelaksanaan penerimaan murid baru di Jawa Barat tahun ini berjalan cukup baik.
Calon siswa yang tidak masuk sekolah negeri tetap bisa bersekolah di sekolah swasta, baik melalui jalur subsidi dari Pemprov Jabar maupun jalur reguler bagi orang tua yang mampu.
"Anak-anak sudah bisa sekolah, baik yang di sekolah negeri maupun yang direkomendasikan di sekolah swasta. Nah, di sekolah swasta itu ada variabel dua pilihan, ada orang tua yang memilih jalur subsidi, yaitu jalur yang disiapkan oleh pemerintah provinsi, ada juga yang memilih jalur berbayar bagi orang tua yang mampu," tutur Dedi.
Sebelumnya: 2 Jambret Bersajam Sasar Lansia di CFD Rasuna Said, 1 Pelaku Ditangkap
Selanjutnya: Sekolah Rakyat 2026 Tampung 28.478 Siswa Baru dari Keluarga Miskin Ekstrem
Artikel Terkait
- Trump Cawe-cawe Taktik Inggris, Harry Kane Harusnya Tak Jadi Bek
- Dengan Konsep Ini, Penghuni Tak Perlu Cari Kerja ke Luar Kawasan
- KPK Kehilangan Kata "Berani" dalam Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
- Dua Penumpang Mobil yang Ditabrak Kereta di Lampung Meninggal Dunia
- Ditodong Senjata Api Mainan, Resepsionis Hotel di Batang Melawan dan Buat Begal Kabur
- Kisah Pilu Anak 8 Tahun Tinggalkan Jenazah Ibu di Tengah Laut demi Bertahan Hidup
- BRIN: Papua Jadi Pusat Keanekaragaman Hayati Indonesia, Simpan Ribuan Spesies Endemik
- Polri Resmi Serahkan Barbuk dan Tersangka Kasus Eks Jampidsus ke Kejagung
