CEO INPEX: Blok Masela Harus Bermanfaat bagi Masyarakat Lokal

TANIMBAR, KOMPAS.com – Operator Proyek Abadi LNG Blok Masela, INPEX Corporation, memastikan pengembangan proyek gas tersebut tidak hanya ditujukan untuk memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi.
Chief Executive Officer (CEO) INPEX Takayuki Ueda mengatakan, berbagai hasil kajian menunjukkan Proyek Abadi LNG Blok Masela akan memberikan dampak ekonomi nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.
"Berdasarkan riset, proyek Blok Masela akan memberi dampak besar pada ekonomi nasional, lalu memberikan manfaat sosial untuk masyarakat sekitar," kata Ueda saat groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela di Desa Lermatang, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7/2026).
Menurut dia, manfaat tersebut menjadi salah satu tujuan utama pengembangan proyek yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan timur Indonesia.
Selain memperkuat pasokan energi nasional, proyek bernilai sekitar 20–22 miliar dollar AS atau setara Rp 300–330 triliun itu diproyeksikan menciptakan ribuan lapangan kerja, meningkatkan aktivitas ekonomi daerah, serta membuka peluang usaha bagi masyarakat dan pelaku UMKM di Maluku.
Ueda mengatakan, INPEX juga berharap Blok Masela menjadi simbol kemajuan melalui kerja sama erat antara Indonesia dan Jepang.
"Ini juga menjadi simbol kerja sama dan kemajuan. Ini sangat penting untuk Indonesia dan pihak yang bekerja sama," ujarnya.
Ia menambahkan, INPEX berkomitmen mengembangkan proyek tersebut dengan pengalaman lebih dari 50 tahun di sektor energi.
"Kami sudah memiliki pengalaman lebih dari 50 tahun, ini menjadi bekal," kata dia.
Pemerintah sebelumnya memproyeksikan pengembangan Proyek Abadi LNG Blok Masela mampu menyerap hingga 12.000 tenaga kerja pada fase konstruksi, dengan sekitar 30 persen di antaranya berasal dari Maluku dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Kajian LPEM FEB UI juga memperkirakan proyek ini dapat berkontribusi terhadap peningkatan PDB nasional, penerimaan negara, hingga penurunan tingkat kemiskinan di kawasan sekitar proyek.
Sebelumnya: Empat Orang Masih Terjebak di Rumah Mewah yang Hancur akibat Ledakan di Medan
Selanjutnya: Obligasi Daerah Dinilai Cocok Jadi Alternatif Pembiayaan di Riau
Artikel Terkait
- Cegah Truk Tabrak JPO Jakarta, Rambu Batas Tinggi dan Portal Sensor Perlu Diperbanyak
- Sekolah Rakyat Jember Punya Lapangan Berstandar FIFA, Siswa Baru Takjub
- Kecelakaan Motor vs Truk di Lombok Tengah, Tiga Anak di Bawah Umur Meninggal
- Arus Lalu Lintas Macet Akibat Banjir di Pekanbaru, Polisi Bantu Warga Dorong Motor Mogok
- Kasus Pemerkosaan Anak di Sampang, Pakar Sebut Hukuman Pelaku Bisa Diperberat
- Dedi Mulyadi Nilai Dana BOS Sudah Cukup, SPP SMA/SMK Negeri Tak Perlu Diaktifkan Lagi
- Komparasi Motor Listrik Rp 25 Jutaan: VinFast Viper Vs Emotor Sprinto
- Dedi Mulyadi Tegas Tolak Usulan DPRD Jabar Reaktivasi SPP SMA/SMK Negeri, Sekolah Gratis Tetap Berlaku
