Setahun Diuji, Ini Alasan Baterai Solid-State Belum Dipakai ke Mobil

Dok. Jdpower.com Ilustrasi baterai solid state
China sendiri mulai mempercepat komersialisasi teknologi ini melalui penerapan standar baru baterai solid-state yang mulai berlaku pada Juli 2026.
Namun, pelaku industri masih bersikap hati-hati. Chairman CATL Robin Zeng menyebut baterai solid-state masih menghadapi tantangan besar dalam proses manufaktur sehingga membutuhkan waktu sebelum benar-benar siap diproduksi dalam jumlah besar untuk kendaraan listrik.
Dengan kata lain, tantangan utama baterai solid-state saat ini bukan lagi membuktikan ketahanannya, melainkan bagaimana memproduksinya secara massal dengan biaya yang terjangkau bagi industri otomotif.
Sebelumnya: Hadiri Sidang Gugatan Hak Asuh Anak, Sarwendah: Saya Bertekad Jaga Anak-anak
Selanjutnya: China Tinggalkan Properti, AI dan Robot Jadi Mesin Pertumbuhan Baru
Artikel Terkait
- Anggota Komisi IX DPR Minta Kebijakan MBG Wajib Terdokumentasi, Bukan Instruksi Verbal
- Kapolres-Kajari-Dandim Inhil Perkuat Sinergi Lewat Silaturahmi
- Meski Kalah di Final Piala Dunia 2026, Presiden Argentina Siapkan Hari Libur Khusus
- Gagal Ikut Ujian Skripsi, Mahasiswi UNG Laporkan Ketua Jurusan ke Ombudsman
- Pelarian Pembunuh Sadis yang Tusuk Driver Ojol Berakhir
- Kantor Hotman Paris di Kelapa Gading Digeruduk Massa Demo
- Memaknai Sensus Ekonomi 2026
- PNS Pemkab Bogor Tersangka Korupsi Proyek RSUD, Negara Rugi Rp 9 M
