Banjir Rob Masuk Sekolah, Disdik Surabaya Sebut MPLS Tak Terganggu

Sedangkan, untuk sekolah swasta di Kalianak, tinggi banjir rob diperkirakan mencapai mata kaki. Air tersebut surut dalam waktu sekitar satu hingga satu setengah jam.
"Tidak ada siswa yang dipulangkan karena rob. Proses MPLS tetap berjalan seperti biasa,” kata Febrina, ketika dikonfirmasi, Jumat (17/7/2026).
“Kebetulan jadwal kegiatan juga memang selesai sebelum waktu dzuhur, sehingga seluruh rangkaian pembelajaran tetap terlaksana sesuai rencana," tambahnya.
Febrina mengungkapkan, pihaknya dibantu Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) untuk menangani banjir rob di lingkungan sekolah.
"Begitu air naik dan berpotensi mengganggu fasilitas pendidikan, petugas langsung disiagakan. Kami mengerahkan armada Damkar dan DLH untuk mempercepat penyedotan air,” jelasnya.
Akhirnya, air pasang laut yang membanjiri sekolah tersebut tidak berlangsung lama. Di sisi lain, kegiatan MPLS di kedua sekolah terdampak itu bisa berjalan lancar hingga tuntas.
“Karena itu, sejak awal air yang masuk langsung disedot dan dibuang menggunakan armada agar ketinggiannya tetap terkendali hingga air laut kembali surut,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, puluhan siswa SD Karya Putra di kawasan Kalianak Timur Belakang, Kecamatan Krembangan, Surabaya, tetap mengikuti kegiatan MPLS meski sekolah mereka terendam banjir rob.
Genangan air merendam halaman sekolah hingga masuk ke dua ruang kelas. Kondisi serupa juga terjadi di permukiman warga dan sebuah masjid di sekitar lokasi.
"Kalau besar baru semuanya terendam. Kalau tidak terlalu besar ya biasanya dua kelas ini yang sering kena," kata guru SD Karya Putra, Nanda, saat ditemui di lokasi, Jumat.
Meski ruang kelas terdampak banjir, kegiatan belajar tetap berlangsung. Siswa kelas VI yang ruang belajarnya tergenang tetap mengikuti pelajaran dengan mengenakan sandal, bahkan sebagian tidak memakai alas kaki.
Sebelumnya: Pertamina Bantah Ada Mogok dan PHK Massal Sopir Tangki BBM di Medan, Ungkap Penyebab Antrean SPBU
Selanjutnya: Massa Aksi Tak Diizinkan Demo di Patung Kuda, Polisi Jelaskan Alasannya
Artikel Terkait
- Bobby Akan Tingkatkan Pelayanan Puskesmas di Nias: Biar Tak Semua Masyarakat ke RS
- Pertamina: Stok Pertalite Nasional 15 Hari, Masyarakat Jangan Khawatir
- Dikecam Sana-sini, Hotman Paris 2 Kali Minta Maaf Usai Konpers Kasus Febrie
- Temuan Polisi soal Bos Perusahaan Tewas di Hotel St Regis Jakarta Selatan
- Warga Diteror Tetangga hingga Pintu Rusak Sempat Dimediasi Sejak 2024
- BPJS Kesehatan Pastikan Layanan JKN di Puskesmas Matraman Berjalan Baik
- Kecelakaan Beruntun 6 Kendaraan di Tol Bintara Arah Cakung, 1 Orang Tewas
- From Local to Global, Banyuwangi Ethno Carnival Pamerkan Budaya-Inovasi
