Toyota Usul Standardisasi Komponen buat Lawan Mobil China

Meski demikian, penerapan konsep tersebut dinilai tidak mudah. Standardisasi komponen membutuhkan kesepakatan banyak produsen, pemasok, serta penyesuaian pada berbagai model kendaraan dan proses produksi.
"Kita memiliki kesadaran yang kuat akan situasi krisis bahwa industri otomotif Jepang sedang berada dalam masa transisi besar-besaran. Saat inilah waktu yang tepat untuk terus berkembang dan berevolusi dalam menghadapi berbagai tantangan serta inisiatif reformasi industri otomotif secara keseluruhan," ujar Sato.
Sebelumnya: ORI030 Diburu saat Ekonomi Indonesia Dinilai Masuki Fase "New Normal"
Selanjutnya: Viral Aksi Berani Bocil-bocil Hadang Pemotor Lewat Trotoar di Jakbar
Artikel Terkait
- Anggota Komisi III DPR: Penetapan Tersangka Febrie Tak Harus Izin Presiden
- Kaltim Tagih Dana Bagi Hasil Rp 2,4 Triliun ke Pusat, DPRD: Hak Daerah Harus Dipenuhi
- Momen Waterloo Mbappe dan Perancis di Piala Dunia 2026
- Detik-detik Ekskavator Tercebur ke Kali Cakung Lama Jakut, Operator Sempat Hindari Kanopi Rumah
- Nobar Final Piala Dunia Tanpa Khawatir, Ini 4 Tips Jaga Metabolisme dan Kesehatan Hati
- KPK Limpahkan Berkas Perkara Fadia Arafiq ke PN Tipikor Semarang
- Ketua KPK Minta Publik Kawal Kasus Febrie Adriansyah di Kejagung
- Cerita Anak Buruh Tani asal Gunungkidul Meraih Mimpi Kuliah di UGM
