Final Piala Dunia 2026 Spanyol Argentina: Stadion Mulai Ramai, Jurnalis Membludak

Laporan Langsung Jurnalis Kompas.com Sem Bagaskara dari New Jersey, Amerika Serikat
FIFA menyarankan untuk datang ke stadion sedini mungkin. Sebagai gambaran, KOMPAS.com biasanya tiba di stadion 3-4 jam jelang sepak mula laga.
Untuk final Piala Dunia 2026 jelas perlakuannya berbeda. Banyak jalanan ditutup dan keamanan diperketat, mengingat Presiden Amerika Serikat disebut bakal hadir.
KOMPAS.com pun sudah tiba sebelum jam 9 pagi. Sudah diinformasikan sebelumnya bahwa media center akan mulai dibuka pada pukul 9 tepat.
Suasana Stadion New York/New Jersey sekitar enam jam jelang kickoff sudah cukup sibuk. Volunteer dan petugas stadion tampak mengantre di salah satu titik masuk.
Antrean jurnalis lebih ramai lagi.
KOMPAS.com/Sem Bagaskara Antrean jurnalis yang hendak meliput final Piala Dunia 2026. Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina akan digelar di Stadion New York/New Jersey pada Minggu (19/7/2026) atau Senin dini hari pukul 02.00 WIB.
Ketika KOMPAS.com datang antrean masuk ke stadion mengular hingga tak kelihatan ujungnya. Meski begitu, para wartawan mengantre dengan tertib dan rapi.
Antrean jadi panjang karena memang hanya ada satu gerbang pengecekan untuk wartawan di Stadion New York/New Jersey.
“Perlu dicatat bahwa proses masuk ke arena mungkin akan lebih lama dari biasanya karena prosedur pengecekan,” demikian bunyi keterangan yang diberikan FIFA.
Panas terik matahari menjadi tantangan bagi jurnalis yang mengantre. Tapi, kondisi ini tentu lebih baik ketimbang hujan lebat yang mengguyur New Jersey sehari jelang final Piala Dunia 2026.
Hujan dan cuaca cerah seperti datang di waktu yang tepat.
Turunnya hujan pada hari Sabtu (18/7/2026) kemarin membuat indeks kualitas udara New Jersey, yang sempat terdampak kebakaran hutan di Kanada, membaik.
Pemain, penonton, jurnalis, volunteer, petugas, dan semua elemen di partai final Piala Dunia 2026 pun bisa menghirup udara yang sehat.
Sebelumnya: Mendes Janji, Kopdes Merah Putih Tidak Matikan Bisnis Warung Kelontong
Selanjutnya: Polisi Usut Kasus Dugaan Pelecehan Seksual 10 Mahasiswi USU
Artikel Terkait
- Ditolak Atletico Madrid, Barcelona Akan Kembali Tawar Julian Alvarez
- Eks Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona Dituntut 11 Tahun Penjara dan Bayar Uang Pengganti Rp 31,9 M
- 56 Desa di Jabar Dilanda Kekeringan, Kabupaten Bogor Jadi Wilayah Terparah
- Pengamat Sebut BBM Langka di Sumut Bisa Picu Harga Kebutuhan Pokok Naik jika Tak Segera Teratasi
- Ada Barcode Laporan Anonim, Siswa: Kalau Lapor ke Sekolah Kadang Malu
- Perkuat Pasar Bullion dan Industri Emas, Pemerintah Bentuk IBMA
- Kejagung Terbitkan Sprindik Baru, Status Febrie Adriansyah Masih Saksi, Ini Penjelasannya
- Berkaca Dari Kecelakaan Maut di Pantura Indramayu, Mobil Pikap Dilarang untuk Angkut Penumpang
